Update Suku Bunga KPR Bank BCA dan Bank Lainnya

Berikut Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KPR beberapa Bank berdasarkan Data Bank Indonesia akhir Juli 2016 :


  • Bank BTN (Persero) = 10,25 %
  • Bank Mandiri = 10,75 %
  • Bank BRI = 10,25 %
  • Bank BCA = 10,25 %
  • Bank BNI = 10,50 %
  • Bank CIMB Niaga = 10,75 %
  • Bank Permata = 11,50 %
  • PAN Indonesia Bank = 11,57 %
  • Bank Danamon = 11,00 %
  • Bank BII = 10,75 %
  • Bank OCBC NISP = 12,50 %
  • Hongkong and Shanghai Bank = 10,05 %
  • Bank UOB Indonesia = 11,50 %
  • Bank Bukopin = 11,44 %
  • Standard Chartered Bank = 10,62 %
  • Bank DBS Indonesia = 10,35 %
  • Bank Mega = 14,00 %
  • Bank Jatim = 9,87 %
  • Bank ICBC Indonesia = 9,50 %
  • ANZ Panin Bank = 12,00 %
  • Bank Mayapada International = 12,32 %
  • Bank Artha Graha International = 13,45%
  • Bank Commonwealth = 12,50 %
  • Bank Kesawan = 15,00 %
  • Bank VICTORIA International = 12.25 %
  • Bank Mutiara = 13,50 %
  • Bank Windu Kentjana International = 12,20 %
  • Bank ICB Bumiputera = 13,89 %
  • Bank Bumi Artha = 16,70 %
  • Bank Maspion Indonesia = 12,43 %
Daftar Suku Bunga diatas bisa dijadikan Patokan untuk menghitung besar Angsuran perbulan yang sebenarnya.


Jika Anda akan membeli Rumah dengan fasilitas KPR anda harus Cermat dan Teliti, Ada beberapa Hal Penting yang harus Anda tanyakan ke Pihak Marketing Perumahan, diantaranya adalah :
  1. Tanyakan berapa Total Uang Muka, Biaya Realisasi KPR, IMB, Pajak Jual Beli (BPHTB), BBN, SHM, AJB, Listrik, Booking Fee & Biaya lain-lain yang harus dibayar didepan.
    .
  2. Tanyakan Angsuran perbulannya menggunakan Suku Bunga berapa Persen dan memakai Bank apa, agar tidak tertipu & terjebak dengan Angsuran Bunga Promo dan Daftar Harga yang tidak Valid atau Ngawur, umumnya pricelist yang tertera hanya angsuran pokok belum termasuk bunga dan biaya lain-lain, sekali lagi jangan tertipu dan terjebak. Anda bisa memakai Patokan Daftar Suku Bunga KPR diatas. 
  3. Jika sudah mengetahui KPR-nya memakai Bank apa dan menggunakan Suku Bunga SBDK berapa persen (lihat Daftar Suku Bunga KPR diatas), Anda bisa menghitung sendiri.
Rumus menghitung cicilan: 
Bunga Flat:
Total Bunga = Bunga per bulan x Lama pinjaman dalam bulan
Bunga per bulan = (Jumlah pinjaman x Persentase suku bunga per tahun) : 12
Bunga Anuitas:
P= pokok pinjaman
I= suku bunga pertahun
t= lama kredit dalam bulan


. jjbhhgygygygyg
Contoh beberapa bank yang menawarkan Promo Bunga Murah Fixed 1 – 5 tahun diantaranya :
  • Bank BTN = 8.75% fixed 1 tahun ,  9% fixed 2 tahun , 9,5% fixed 3 tahun , dan 10,25% fixed 5 tahun.
  • Bank Jatim = 9,75% fixed 1 tahun.
  • Bank BCA = 8,5% fixed 2 tahun , dan 9,5% fixed 4 tahun.
  • Bank Mandiri = Mulai 8,75% fixed 2 tahun.
  • Bank BNI = mulai 8,5% fixed 2 tahun.
  • CIMB Niaga = mulai 8,5% fixed 1 tahun , dan 9,5% fixed 3 tahun.
  • Bank HSBC = mulai 8,5% fixed 1 tahun , dan 9% fixed 2 tahun.
Perhatikan suku bunga dasarnya (SBDK), jangan melihat suku bunga Promonya … !!! , Karena setelah masa Promo selesai, Bank akan menyesuaikan Bunga dengan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).
Contoh Perhitungan :
Misalkan Bank BTN dengan Asumsi SBDK 10,45%
Suku Bunga Dasar (SBDK) Bank BTN = 10,45%

Suku Bunga Promo = 9.75% fixed selama 1 thn.

Suku Bunga sebenarnya adalah 10.45%, tapi selama 12 bulan pertama anda hanya dikenai Suku Bunga 9.75%. Jadi ada 0.70% yang dibebaskan selama 12 bln, hitungannya adalah =
0.70% x 12 bln = 8.40%
Jadi Anda mendapatkan Subsidi Suku Bunga sebesar 8.40%, Harap diingat ini bukan Diskon, tapi 8.40% tersebut akan ditambahkan ke Angsuran tahun berikutnya.
  1. Bisa jadi 0.70% tersebut langsung ditambahkan di Angsuran Tahun ke 2, hitungannya adalah =   SBDK 10.45% + 0.70% = 11.15% ,   Jadi Angsuran Tahun ke 2 menjadi = 11.15% fixed selama 12 bln, dan pada Angsuran Tahun ke 3 dan seterusnya kembali ke Suku Bunga Dasar = 10.45%.
    .
  2. Atau 8.40% tersebut dibagi rata sampai Angsuran selesai selama 14 thn lagi, Hitungannya =   8.40% : 168 bln (14 thn) = 0.05%
    SBDK 10.45% + 0.05% = 10.50% ,   Jadi Angsuran Tahun ke 2 dan seterusnya menjadi = 10.50%.
    .
  3. Atau 8,40% tersebut benar – benar Subsidi Gratis karena ada Program Resmi dari Pemerintah yang sedang dilaksanakan oleh Bank – Bank milik Negara.
Perlu diingat bahwa Suku Bunga Dasar Kredit setiap Bank tiap bulannya bisa berubah-ubah sesuai kondisi Pasar dan kebijakan dari Bank Indonesia.
Perhitungan diatas hanyalah Hitungan Dasar. Pembulatan Angka, Biaya Operasional, Tingkat Resiko Nasabah dan biaya-biaya lain dari bank akan mempengaruhi besarnya nilai Suku Bunga.
Jadi kenapa bisa ada Promo Suku Bunga Rendah dengan fixed selama 1 tahun atau 2 tahun pertama, itu karena ada Subsidi Suku Bunga yang akan ditambahkan di tahun setelahnya. Jadi intinya, “semakin rendah dan lama suku bunga Promo yang ditawarkan, akan semakin besar tambahan persentase untuk suku bunga di tahun selanjutnya”.
Jangan mudah terpancing dengan Suku Bunga Promo, Anda harus mengacu pada Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), dan hitunglah sendiri besar Angsuran perbulan.



Semua Perhitungan diatas tidak berlaku jika memang ada Program Subsidi Bunga dari Pemerintah yang Resmi dilaksanakan oleh Bank – bank milik Negara seperti Bank BTN.


Bagaimana apa anda sudah paham tentang bunga Bank? Sudahkah anda mencoba menghitung angsuran bulanan + bunganya..?

Jika masih bingung silahkan buka artikel berikut:
Cara menghitung bunga KPR Bank

Pusing yaa lihat Angka-angka bunga seperti itu, belum lagi ditambah biaya lain dan jika ada kenaikan suku bunga. Sangat beresiko ambil kpr Bank, siapa yang bisa menjamin rejeki kita lancar selama masa angsuran? Jika Telat Bayar ditambah lagi kena denda. Ditambah lagi BANK tidak mau tau kondisi ekonomi kita sedang menurun, jika kita tidak sanggup membayar angsuran dan melanjutkan cicilan maka rumah akan disita oleh Bank. Apakah anda rela rumah idaman yang selama ini anda perjuangkan dijual paksa oleh bank dengan sistem lelang? Padahal sistem lelang rumah ini jika lelang pertama rumah belum laku maka akan dijadwalkan lelang kedua yang harga limit rumahnya diturunkan +- 25% dari harga pasaran, jika belum laku juga dilelang ketiga rumah anda harga limitnya akan turun lagi +-  25% Sehingga rumah kita dijual melalui lelang dengan harga +- 50% lebih murah dari harga pasar. Hiks hiks.. :'( . Sekali lagi kami mengingatkan anda untuk berpikir ulang jika berniat ambil KPR di Bank.

Jika anda beragama Islam, Bunga Riba Bank tidak hanya resiko ekonomi yang akan anda hadapi. Didalam agama Islam jelas-jelas transaksi berbunga  ini masuk dalam kategori HARAM. Harus dihindari karena bunga itu termasuk dalam Riba. Apa itu Riba pada bunga Bank? penjelasannya bisa anda baca disitus  seperti Rumasyo dan Mulim or id, silahkan anda baca di sini: http://muslim.or.id/12960-riba-pada-bunga-bank.html atau https://rumaysho.com/2199-akal-akalan-dalam-riba.html

Apa ancaman pelaku Riba sesuai dalil Al Qur'an dan Hadits? anda bisa baca artikel berikut:
Dalil-dalil Ancaman Riba http://www.alifpropertisyariah.com/2016/08/mengapa-memilih-kpr-syariah-bahaya-riba.html


Lalu bagaimana solusinya jika ingin memiliki rumah melalui KPR tapi yang tidak ada bunganya?Saat ini sudah banyak KPR Syariah tanpa Bank sehingga tanpa bunga, lebih enaknya lagi tanpa BI Checking dan tanpa denda telat bayar. Saat ini sudah banyak developer yang hijrah dari sistem konvensional ke syariah murni. Developer syariah ini menggunakan konsep KPR Syariah tanpa bank. 
Dimana saya dapat informasi Developer Syariah yang KPR tanpa Bank? Disitus yang anda kunjungi ini juga terdapat informasi Developer Syariah yang menggunakan konsep KPR Syariah Tanpa Bank. Silahkan klik DISINI : Perumahan KPR Syariah Tanpa Bank atau anda dapat mengakses situs jual beli rumah seperti rumahdijual.com . Disitus tersebut banyak informasi Perumahan Syariah yang dipasarkan oleh agen marketing properti syariah dan dikembangkan oleh Developer Syariah. Jadi Silahkan klik disini saja situs rumahdijual.com

Semoga bermanfaat.

Andri Susanto
Marketing & Consultant Properti Syariah
WA/Tlp: 085692404131
Tlp       : 08128333442

dikutip dari berbagai sumber. (suryaharmoni & halomoney )