AKSI SUPER DAMAI 212 menurut Ippho Santosa

aksi super damai 212 di monas
Aksi Super Damai 212 di Monas | Source picture: Sidomi .com


Setelah AKSI SUPER DAMAI 212 berakhir banyak tersebar artikel tulisan-tulisan Hikmah dari banyak orang, mulai dari orang biasa, guru, pedagang, PNS, Ustadz, artis hingga Motivator turut meramaikan jagat Dunia Maya dengan karya Tulisnya yang  inspiring, menggugah hati, bahkan ada yang membuat air mata menetes.
 AKSI SUPER DAMAI 212 untuk menuntut tegaknya keadilan di Negeri Indonesia ini memang banyak kisah inspiratifnya, banyak postingan di dunia maya kisah-kisah hikmah dibalik acara AKSI SUPER DAMAI 212 tersebut.

Berikut salah satu tulisan dari salah satu Motivator favorite saya, Mas Ippho Santosa, penulis buku Mega Best Seller #7KeajaibanRezeki

2 juta orang atau 4 juta orang?
Sesuai labelnya, Aksi 212 beneran damai alias super damai. Sejatinya Aksi 411 juga sangat damai. Dan ini tidak mudah, apalagi kalau ditilik dari jumlah massa yang masing-masing aksi mencapai lebih 2 juta orang (cek Google Earth). Ramai tapi relatif damai.
Ya, ini aksi bermartabat. Boleh diadu dengan unjuk rasa manapun sedunia sepanjang sejarah, termasuk negara-negara maju yang ngakunya lebih demokratis. Adakah seramai dan sedamai ini? Kapolri saja mengakui, tak satu pun pohon tumbang. Dinas kebersihan sampai takjub, kok bisa serapi ini?
Selama ini penyaluran aspirasi oleh massa identik dengan kekerasan dan kerusuhan. Nah, Aksi 212 dan Aksi 411 mengubah mindset pesertanya. Ramai tapi relatif damai. Tertib. Boleh dibilang, Revolusi Mental (Perubahan Mindset) terjadi di sini.
Lebih jauh, sebenarnya nilai-nilai Nawacita pun seperti aman, demokratis, melibatkan daerah, menghargai kebhinnekaan dan restorasi sosial, diam-diam sudah tertuang di Aksi 212 ini.
Bayangkan 2 juta lebih massa berkumpul di Monas dan sekitarnya. Begitu massa bubaran, eh sampah juga ikut 'bubaran' alias bersih. Teramat banyak orang yang berlomba-lomba mungutin sampah. Ini sebuah restorasi sosial, bukankah selama ini masyarakat kita dikenal 'masa bodoh dengan sampah'? Belum lagi yang bagi-bagi makanan, ini serasa di Nabawi dan Masjidil Haram.
Heroiknya, Aksi 212 lebih membludak daripada Aksi 411. Padahal sebelumnya sudah ada fatwa haram dari seorang tokoh, fatwa bid'ah dari seorang ulama, stigma makar dari polisi, tebar selebaran dari helikopter, boikot transportasi dari aparat, eh tetap saja lebih membludak. Meluber sampai Istiqlal, Thamrin, serta Tugu Tani.
Serunya lagi, para politisi tidak diberi panggung di sini. Males juga distempel tunggang-menunggang. Massa kan bukan kuda atau lebaran kuda, hehe. Paling tahunya cuma patung kuda, hehe.
Dan keajaiban kecil pun terjadi. Ketika panitia mulai kuatir peserta akan dehidrasi, keletihan, dan kekurangan air wudhu, eh tiba-tiba ada kejutan: hujan turun di menit-menit menjelang Jumatan. Ya Allah, Engkau memang The Best Planner!
"Rasain kehujanan!" tukas si hater. Hehe, dia tidak tahu bahwa insya Allah: Jumat + Hujan + Jamaah = Makbul.
Ust. Arifin Ilham ketika tampil memang sengaja meminta hujan sebagai tanda terkabulnya doa. Namun, meskipun hujan, massa tak bergeming. Saya yakin akan beda ceritanya kalau kampanye politik atau konser musik. Dihujani begitu, pastilah massa akan kabur terbirit-birit.
Lihat pula Surah Anfal 11, hujan seperti itu diturunkan untuk menyegarkan jasad dan meneguhkan kedudukan. Bukankah hujan sedemikian juga pernah diturunkan ketika Perang Badar?
Saat Isra Miraj, Nabi Muhammad bersua dengan malaikat yang sangat ahli soal hujan (lihat Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, jilid 5), bahkan mampu menghitung jumlah tetes air hujan yang tercurah sejak manusia pertama sampai manusia terakhir!
Namun tahukah Anda apa kelemahan malaikat ini? Ternyata, ia tidak mampu menghitung jumlah pahala yang tercurah saat umat Nabi Muhammad berkumpul di suatu tempat dan menyebut-nyebut nama Nabi Muhammad! Masya Allah, bukankah ini juga terjadi di Aksi 212?
Maka beberapa ustadz pun memaparkan:
- Aksi 411 bagai Sa'i, berjalan dan berlari-lari kecil.
- Aksi 212 bagai Wukuf, duduk diam tak banyak bergerak.
- Boleh dibilang, kedua aksi ini mirip manasik haji terbesar (sekaligus sholat jumat terbesar sepanjang sejarah NKRI). Toh lengkap, ada zikir dan shalawat, ada pembimbing lapangan juga bagai muthawif. Plus sedikit desak-desakan karena ramainya massa, hehe.
- Yang nggak ada cuma Melempar Jumrah. Wah, bahaya nih kalau sampai ada lempar-lemparan dalam Aksi 212. Hehe.
"Ah, hanya orang-orang tolol yang hadir di situ," tukas si hater. Oya? Bukankah presiden, menteri, kapolri, dan panglima turut hadir, selain kyai-kyai dan habib-habib? Hehe, tololkah mereka? Nggak dong. Mohon maaf, saya pun bisa menunjukkan doktor-doktor (S3) dan miliarder-miliarder yang juga hadir, yang insya Allah jauh lebih cerdas dan jauh lebih kaya daripada dirimu wahai hater.
Manakala umat tidak memegang media dan kekuasaan, yah mau gimana lagi. Terpaksalah Aksi 212 dan 411 digulirkan. Ter-pak-sa. Namun, bagaimanapun juga keberhasilan ini, kita harus menjauhkan diri dari sikap ujub dan riya. Kembalilah fokus pada tujuan utama. Semoga Allah memudahkan tercapainya tujuan utama ini. Aamiin.
Kalau Anda muslim, baiknya Anda membuat tulisan seperti ini. Berbuat. Agar dunia tahu betapa heroiknya aksi ini. Namun sekiranya Anda belum bisa menulis artikel, silakan share tulisan ini. Ya, share. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Mas +Ippho Santosa sudah saya share ya tulisannya.. :) | Semoga makin banyak yang baca dan menjadi nilai Ibadah.

#AksiSuperDamai212 #Aksi212
Ditulis ulang oleh Admin dari FB Mas +Ippho Santosa