Gathering Kampoeng Kurma Jonggol di Desa Sukaresmi


Gathering Kampoeng Kurma Jonggol di Desa Sukaresmi

Gathering Kampung Kurma Jonggol 25 Desember


Tanggal 25 Desember 2016 tidak seperti biasanya, Desa Sukaresmi yang biasanya sepi dan sunyi pada hari itu sangat hiruk pikuk, terutama di sekitar lapangan Desa Sukaresmi. Ya, pada hari itu sedang berlangsung gathering Kampoeng Kurma Jonggol.

Desa Sukaresmi kedepan akan dikembangkan sebagai Desa Wisata Islami Kampoeng Kurma. Latar belakang didirikannya Kampoeng Kurma Jonggol bisa dibaca disini http://bit.ly/KampungKurma.

Proyek Kampoeng Kurma ini bisa tercetus karena developer PT Kampoeng Kurma Jonggol ingin berkontribusi dengan pembangunan desa. Jika besok ada yang survey lokasi, Insya Allah paham akan maksud dari developer. Kondisi desa sukaresmi itu sangat memprihatinkan. Jalan desanya cuma pengerasan. Anggaran dana desa setahun cuma untuk bangun jalan 500 meter. Padahal ditaksir total panjang jalan di desa itu antara 30km - 50km. Kapan kelarnya ? Padahal aset lahannya luar biasa. Info dari kepala desanya, tanah di desa sukaresmi terdiri dari 993 ha tanah adat dan 470 ha tanah garapan HGU. Tapi tidak ada kontribusinya samaa sekali bagi pembangunan desa. Padahal desa ini lokasinya tidak jauh dari Ibu Kota Jakarta.

Pada Saat Gathering Kampoeng Kurma, Desa Sukaresmi tidak seperti biasanya, mungkin pada hari itu adalah "pertama kalinya jalanan desa Sukaresmi dipadati dan dilewati banyak mobil." Pada hari itu warga Desa Sukaresmi bergotong-royong membantu mengatur lalu lintas mobil yang lewat.
Kondisi di lapangan Desa Sukaresmi yang terletak bersebelahan dengan kantor desa begitu ramai sekali, lapangan desa tidak cukup menampung jumlah kendaraan, sehingga harus diparkir dipinggir jalan.
lapangan desa sukaresmi kampoeng kurma jonggol

lapangan desa sukaresmi lokasi acara gathering kampung kurma
Mobil-mobil yang terparkir di lapangan Desa Sukaresmi

Calon investor muslim begitu antusias dengan kampoeng kurma jonggol, ini diluar ekspektasi, target 300 calon investor/pembeli kavling kebun kurma yang hadir, tapi pada hari itu diperkirakan 500-700an orang yang hadir.

Kenapa banyak orang yang berminat dengan tanah kavling Kampoeng Kurma Jonggol? Padahal lokasi desa tersebut sangat tertinggal, aksesnya sulit, jalanannya rusak  jauh kemana-mana, jauh dari terminal, stasiun kereta, pusat keramaian/pasar bahkan sinyal telekomunikasi pun disana sulit sekali.

Ya memang Desa Sukaresmi saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, dan tujuan adanya kampoeng kurma ini adalah untuk memajukan Desa Sukaresmi. Tidak hanya keuntungan semata yang ingin diraih, tidak hanya investasi dunia, namun akhirat juga. Ternyata selling point dari Kampoeng Kurma Jonggol itu bukan dari harganya yang murah, bukan dari lokasinya (jelas bukan), tetapi dari konsepnya sebagai kawasan kebun kurma yang Islami/syariah. Di Lokasi kebun kurma Insya Allah akan dibangun Pesantren Tahfidz dan technopreneur, dibangun tempat olahraga sunnah seperti berkuda dan memanah.

Warga desa tidak digusur, malah diberdayakan, tidak seperti developer aseng yang hanya mengejar keutungan, warga miskin digusur. Didalam pembangunan Kampoeng Kurma Jonggol rumah warga asli tidak ada yang dibeli, apalagi digusur atau relokasi. Petani lokal dari Desa Sukaresmi nantinya akan diberdayakan sebagai petani kurma.Jalanan Desa Sukaresmi yang tidak tersentuh pembangunan karena keterbatasan anggaran pemerintah, pun nanti akan dibangun oleh developer.

jala sukaresmi kampung kurma jonggol kab bogor
Kondisi jalan bebatuan


kantor desa sukaresmi kec sukamakmur kab bogor
Kantor Desa Sukaresmi Kab Bogor
Saya pun sempat berbincang dengan beberapa warga Desa Sukaresmi dan Pak Kadus 3 Desa Sukaresmi. Warga sangat senang sekali ketika mendengar Desa Sukaresmi akan dijadikan Desa Wisata Islami Kampoeng Kurma. Warga Desa Sukaresmi sangat mendukung, apalagi manajemen dari PT Kampoeng Kurma Jonggol sudah berkomitmen untuk membangun fasilitas umum di Desa Sukaresmi, salah satunya pembangunan jalan desa. Jalan desa Insya Allah akan di lebarkan dan diaspal atau di cor.  Kemudian Insya Allah dibangun BTS sehingga penduduk desa bisa mengakses Internet.

Bayangkan 3 atau 5 tahun lagi, ketika di Desa Sukaresmi sudah menjadi Desa Wisata, mulai tumbuh pohon kurmanya bahkan mulai berbuah dan panen. Pesantren tahfidz dan techno preneur, area olahraga sunnah (berkuda, memnah dan berenang sudah dibangun, jalanan sudah lebar dan mulus. Insya Allah Desa Sukaresmi menjadi lebih maju, penduduknya lebih sejahtera. Bayangkan tiap hari Desa Sukaresmi banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah, tentu akan membuka lapangan pekerjaan baru seperti Warung dan pusat oleh2. Insya Allah.. Amiin..

Acara Gathering pada tanggal 25 berjalan cukup lancar dan sukses, walaupun masih banyak kekurangannya. Namun dari acara gathering dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata banyak yang tertarik dengan konsep yang ditawarkan oleh developer. Umat Islam sepertinya rindu lingkungan sunnah, rindu peradaban Islam kembali berjaya, oleh sebab itu konsep Desa Wisata Islami Kampoeng Kurma mendapatkan respon yang cukup baik.

Apakah anda ketinggalan acara Gathering Kampoeng Kurma Jonggol di Desa Sukaresmi tanggal 25 Desember 16 kemarin? tidak perlu khawatir, jika anda berminat memiliki Tanah kavling villa kebun kurma, walaupun tidak ikut gathering anda masih mempunyai kesempatan bergabung sebagai pemilik lahan kebun kurma. Silahkan baca informasi di link berikut ini: TANAH KAVLING KAMPOENG KURMA JONGGOL

gathering kampoeng kurma di desa sukaresmi
Suasana pelaksanaan booking fee saat gathering

gathering kampung kurma jonggol murah


Gathering di Lapangan Desa Sukaresmi Kec Sukamakmur Kab Bogor

tanah kavling dijual murah banget di jonggol bogor jawa barat

gathering kampoeng kurma banyak diminati

Kampung Wisata Jonggol desa sukaresmi kec sukamakmur Kab Bogor

tanah dijual syariah di jonggol
Suasana Registrasi saat gathering Kampoeng Kurma





Baca Juga :